A. Pengertian
Bimbingan dan Konseling di MI
Pemerintah secara formal telah memberikan
dasar acuan pelaksanaan bimbingan dan konseling di MI dengan peraturan
pemerintah nomor 28 tahun 1990, sebagai kelanjutan dan penyempurnaan
aturan-aturan sebelumnya. Hal ini dilakukan karena pelaksanaan bimbingan di MI
pada kenyataannya berbeda dengan pelaksanaan pada sekolah menengah.
B. Tujuan
Tujuan bimbingan dan
konseling di MI, yaitu :
1. Memperkuat
dasar keimanan dan ketakwaan
2. Membiasakan
untuk berprilaku baik
3. Memberikan
pengetahuan dan keterampilan dasar
4. Memelihara
kesehatan jasmani dan rohani
5. Memberikan
kemampuan untuk belajar dan membentuk kepribadian yang mantap dan mandiri.
C. Layanan
Bimbingan dan Konseling di MI
Layanan
Bimbingan di MI didasarkan atas PP No.28 tahun 1990, Bab X pasal 25 ayat (1),
yang menyatakan bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa
dalam upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan.
Layanan Bimbingan dan Konseling merupakan tanggung jawab tim yaitu, konselor,
guru, dan pimpinan sekolah.
Di
Indonesia saat ini layanan bimbingan dan konseling di MI merupakan tanggung
jawab guru dan wali kelas Karena belum ada personil professional yang diangkat
dan ditugaskan di sekolah dasar khususnya di MI.
D.
Dibawah ini merupakan alat pendukung proses bimbingan dan konseling di MI :
1).
Media
Di
era modern ini bimbingan dan konseling tidak hanya dilakukan secara langsung
tetapi bisa juga di lakukan melalui media grafis dan sebagainya, dengan alasan
yang berkaita dengan pertimbangan-pertimbngan dan alasan sipenggua seperti
konselor mengapa menggunakan media dalam bimbingan dan konseling, contoh dari
layanan media grafis yaitu :
1. Papan
bimbingan yang dihias secantik mungkin
2. Poster
mengenai Stop Bullying
3. Berupa
modul (semuanya dalam arahan guru BK atau wali kelas)
B. Kelebihan
media grafis :
1. Dapat
mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disampaikan.
2. Dapat
dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik perhatian siswa.
3. Pembuatannya
lebih mudah dan harganya lebih murah
A. Kelemahan
media grafis :
1. membutuhkan keterampilan khusus dalam
pembuatannya.
2. Penyajian
pesan hanya berupa unsur visual
3. Membutuhkan
berbagai cara untuk dapat menarik perhatian siswa agar mengerti dan menerapkan
dalam kehidupan sehati-hari.
2).
Wawancara
Alat pengumpul data untuk
memperoleh data dari informasi dari siswa secara lisan, berlangsungnya
pertemuan tatap muka antara petugas bimbingan dan siswa tertentu.
3).
Otobiografi
Karangan yang ditulis
oleh siswa yang mengenai riwayat hidupnya sampai pada saat sekarang.
4). Anekdota
Metrupakan laporan
singkat tentang perilaku seseorang siswa dan memuat deskripsi objektif tentang
perilaku siswa pada saat tertentu.
5).
Sekala penilaian
Sekala penilaian
merupakan sebuah daftar yang menyajikan sejumlah sifat atau sikap sebagai butir
atau item pada setiap butir harus dijelaskan sampai berapa jauh subjek yang
dinilai memiliki sifat atau sikap itu.
6). Sosiometri
Suatu metode untuk
memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial dan suatu kelompok, yang
berukuran keci samapi sedang (10-50).
7).
Kunjungan rumah
Kunjungan rumah bertujuan lebih
mengenal lingkungan hidup siswa sehari-hari bila informasi yang di butuhkan
tidak dapat diperoleh melalui angket atau wawancara informasi.
DAFTAR
PUSTAKA
Nursalim, Mochamad. 2013. Pengembangan Media Bimbingan &
Konseling. Jakarta : Indeks.
Ngalimun. 2011. Bimbingan Konseling di SD/MI. Yogyakarta : Aswaja Pressindo.