Kamis, 16 Oktober 2014

BIMBINGAN KONSELING DI MI


A.   Pengertian Bimbingan dan Konseling di MI
Pemerintah secara formal telah memberikan dasar acuan pelaksanaan bimbingan dan konseling di MI dengan peraturan pemerintah nomor 28 tahun 1990, sebagai kelanjutan dan penyempurnaan aturan-aturan sebelumnya. Hal ini dilakukan karena pelaksanaan bimbingan di MI pada kenyataannya berbeda dengan pelaksanaan pada sekolah menengah.

B.   Tujuan
Tujuan bimbingan dan konseling di MI, yaitu :
1.     Memperkuat dasar keimanan dan ketakwaan
2.     Membiasakan untuk berprilaku baik
3.     Memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar
4.     Memelihara kesehatan jasmani dan rohani
5. Memberikan kemampuan untuk belajar dan membentuk kepribadian yang mantap dan mandiri.

C.   Layanan Bimbingan dan Konseling di MI
Layanan Bimbingan di MI didasarkan atas PP No.28 tahun 1990, Bab X pasal 25 ayat (1), yang menyatakan bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. Layanan Bimbingan dan Konseling merupakan tanggung jawab tim yaitu, konselor, guru, dan pimpinan sekolah.
Di Indonesia saat ini layanan bimbingan dan konseling di MI merupakan tanggung jawab guru dan wali kelas Karena belum ada personil professional yang diangkat dan ditugaskan di sekolah dasar khususnya di MI.

D. Dibawah ini merupakan alat pendukung proses bimbingan dan konseling di MI :
1). Media
Di era modern ini bimbingan dan konseling tidak hanya dilakukan secara langsung tetapi bisa juga di lakukan melalui media grafis dan sebagainya, dengan alasan yang berkaita dengan pertimbangan-pertimbngan dan alasan sipenggua seperti konselor mengapa menggunakan media dalam bimbingan dan konseling, contoh dari layanan media grafis  yaitu :
1.     Papan bimbingan yang dihias secantik mungkin
2.     Poster mengenai Stop Bullying
3.     Berupa modul (semuanya dalam arahan guru BK atau wali kelas)

B. Kelebihan media grafis :
1.    Dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disampaikan.
2.     Dapat dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik perhatian siswa.
3.     Pembuatannya lebih mudah dan harganya lebih murah 

A. Kelemahan media grafis :
1.      membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya.
2.     Penyajian pesan hanya berupa unsur visual
3.  Membutuhkan berbagai cara untuk dapat menarik perhatian siswa agar mengerti dan menerapkan dalam kehidupan sehati-hari. 

2). Wawancara
Alat pengumpul data untuk memperoleh data dari informasi dari siswa secara lisan, berlangsungnya pertemuan tatap muka antara petugas bimbingan dan siswa tertentu.

3). Otobiografi
Karangan yang ditulis oleh siswa yang mengenai riwayat hidupnya sampai pada saat sekarang.

  4). Anekdota
Metrupakan laporan singkat tentang perilaku seseorang siswa dan memuat deskripsi objektif tentang perilaku siswa pada saat tertentu.

5). Sekala penilaian
Sekala penilaian merupakan sebuah daftar yang menyajikan sejumlah sifat atau sikap sebagai butir atau item pada setiap butir harus dijelaskan sampai berapa jauh subjek yang dinilai memiliki sifat atau sikap itu.

       6).     Sosiometri
Suatu metode untuk memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial dan suatu kelompok, yang berukuran keci samapi sedang (10-50).

7). Kunjungan rumah
Kunjungan rumah bertujuan lebih mengenal lingkungan hidup siswa sehari-hari bila informasi yang di butuhkan tidak dapat diperoleh melalui angket atau wawancara informasi.







DAFTAR PUSTAKA
Nursalim, Mochamad. 2013. Pengembangan Media Bimbingan & Konseling. Jakarta : Indeks.
Ngalimun. 2011. Bimbingan Konseling di SD/MI. Yogyakarta : Aswaja Pressindo.



Kamis, 09 Oktober 2014

BIMBINGAN KONSELING UNTUK USIA LANJUT



Menurut Hurlock (1980:380), menyatakan bahwa usia tua adalah periode penutup rentang hidup seseorang yaitu suatu periode di mana seseorang telah “beranjak jauh” dari periode terdahulu yang lebih menyenangkan, atau beranjak dari waktu yang penuh manfaat. Artinya bahwa pada usia lanjut, seseorang sering melihat ke masa lalunya dan menikmati hidup di masa sekarang tanpa melihat hidup di masa depan. Seseorang cenderung pasrah untuk masa depan karena berpikir sudah mengalami penurunan dalam hal fisik dan menikmati hari demi hari.
Pada lanjut usia 60 tahun ke atas terdapat beberapa masalah yang dialami. Masalah utama yang sering muncul adalah menurunnya fungsi tubuh yang meliputi penglihatan, daya ingat, seksual dan kelenturan. Akan tetapi ada masalah yang paling pokok yaitu kesepian.
Pada masa usia lanjut ini, mereka tidak ingin diabaikan. Mereka sering menuntut pada pemerintah, masyarakat atau konselor terhadap kebutuhannya. Tuntutan kehidupan mereka seperti pelayanan bagi usia mereka yang sering terabaikan dengan layanan lain. Oleh karena itu bimbingan dan konseling adalah salah satu sosok tepat bagi usia lanjut. Layanan bimbingan konseling dengan pendekatan-pendekatan yang tepat dapat membantu para lanjut usia untuk memperoleh tujuan hidup mereka yang membuat mereka mandiri.
Karena sering terjadi masalah seperti stres, depresi, dan alkoholisme adalah simtom umum yang dihadapi oleh para konselor gerontologi, dan untuk menanganinya, mereka harus menggali akar poblem dan menyembuhkan hatinya (Gibson and Mitchell, 2011:181). Salah satu bentuk pendekatan dalam bimbingan dan konseling pada usia lanjut yaitu pendekatan spiritual. pendekatan ini cocok pada usia lanjut usia agar mereka lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Tujuan dari itu agar mereka dapat memaknai hidup secara lebih baik dan tidak berpikiran negatif tentang diri mereka serta mencari ampunan atau ridho bagi Tuhan.
Dalam bimbingan dan konseling lanjut usia memiliki sifat pelayanan. Sifat pelayanan bimbingan dan konseling baik secara preventif, kuratif dan rehabilitatif.
1.     Preventif atau pencegahan merupakan, pelayanan bimbingan dan konseling yang diarahkan untuk pencegahan timbulnya masalah baru dan meluasnya permasalahan usia lanjut.
2.     Kuratif atau penyembuhan merupakan pelayanan sosial usia lanjut yang diarahkan untuk penymbuhan atas gangguan-gangguan yang dialami usia lanjut, baik secara fisik. Psikis, maupun sosial.
3.     Rehabilitatif atau pemulihan kembali merupakan proses pemuihan kembali fungsi-fugsi sosial setelah individu mengalami berbagai gangguan dalam melaksanakan fungdi-fungsi sosialnya.
Prinsip kesejahteraan bimbingan dan konseling juga mengacu pada prinsip kesejahteraan sosial lanjut usia didasarkan pada resolusi PBB NO.46/1991 tentang principles for older person (prinsip-prinsip bagi lanjut usia) yang pada dasarnya berisi himbauan tentang hak dan kewajiban lanjut usia yang meliputi kemandirian, partisipasi, pelayanan, pemenuhan diri dan martabat yaitu :
1.     Memberikan pelayanan yang menjunjung tinggi harkat dan martabat lanjut usia.
2.     Melaksanakan, mewujudkan hak asasi lanju usia.
3.     Memperoleh hak menentukan pilihan bagi dirinya sendiri.
4.     Pelayanan didasarkan pada kebutuhan yang sesungguhnya.
5.     Mengupayakan kehidupan lanjut usia lebih bermakna bagi diri, keluarga dan masyarakat.
6.     Menjamin terlaksananya pelayanan bagi lanjut usia yang disesuaikan dengan perkembangan pelayanan lanjut usia secara terus menerus serta meningkatkan kemitraan dengan berbagai pihak.
7.     Memasyarakatkan informasi tentang aksesbilitas bagi lanjut usia agar dapat memperoleh kemudahan dalam penggunaan sarana dan prasarana serta perlindungan sosial dan hukum.
8.     Mengupayakan lanjut usia memperoleh kemudahan dalam pengguanaan sarana dan prasarana dalam kehidupan keluarga, serta perlindungan sosial dan hukum.
9.     Memberikan kesempatan kepada lanjut usia untuk menggunakan sarana pendidikan, budaya spiritual dan rekreasi yang tersedia di masyarakat.
Jelas sekali dan tidak dapat disangkal bahwa setiap lapangan kehidupan dan kegiatan manusia memerlukan bimbingan konseling, termasuk dalam kehidupan pribadi, keluarga, bermasyarakat, dan pekerjaan. Oleh karena itu, layanan bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan tidak hanya dalam dunia pendidikan, tapi juga masyarakat.
Dengan adanya layanan bimbingan dan konseling, dapat membantu masyarakat untuk menemukan jalan keluar dalam masalahnya dan juga mengenai dan mengembangkan potensi dalam diri. Sehingga hal ini sangat berpengaruh dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Perkembangan masyarakat akan berjalan dengan baik bila diimbangi oleh perkembangan pribadi yang baik pula dan dengan adanya bimbingan konseling di masyarakat maka memungkinkan terbentuknya pribadi yang bisa berkembang dengan baik.






Daftar Pustaka :




Pendidikan Formal, Non formal, dan Informal.Yogyakarta Sutirna. 2013. Bimbingan dan Konseling: CV. Andi Offset.

Prayitno dan Amti, Erman.2009.Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling.Jakarta: Rineka Cipta